Ayo Luruskan Niat, Tegakkan Kebenaran, Keadilan Kemakmuran di Indonesia untuk Kehidupan yang lebih baik dan sejahtera

Tampilkan postingan dengan label Cara - Tips - Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara - Tips - Trik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2019

Cara Gampang Dalam Islam Membongkar Belakang Layar Kepribadian Lelaki


 Syaikh Abdul Malik Ramadhani Hafizhahullah Cara Praktis Dalam Islam Membongkar Rahasia Kepribadian Lelaki

Oleh

Syaikh Abdul Malik Ramadhani Hafizhahullah

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian ialah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan saya orang yang paling baik bagi keluargaku” [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas. Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no: 285].

Hadits di atas, hadits yang sangat mulia. Sebuah hadits yang memperlihatkan biar insan bersikap mulia dan berlaku jujur. Begitu pula bagi seorang suami khususnya, karena ia sebagai pemimpin dan bertanggung jawab kepada keluarga. Maka menjadi keharusan, biar kita mencerna tingkat urgensinya.

ISTRI HARUS DIKASIHI, BUKAN DIPECUNDANGI

Allah membuat perempuan sebagai makhluk yang lemah. Di sisi lain, seorang lelaki ditakdirkan untuk memimpin perempuan dengan kelebihan yang dikaruniakan Allah baginya. Sifatnya yang dominan, ingin mengatur, berkuasa akan tampak ketika berinteraksi dengan anggota keluarga, khususnya sang istri; perempuan absurd yang masuk dalam kehidupan barunya. Tindak-tanduk si istri akan menguji kesabarannya.
Lelaki yang jelek perangainya, akan terdorong berbuat aniaya kepada kaum yang lemah (istrinya).

Kekerasan rumah tangga yang timbul dari suami terhadap istrinya, memperlihatkan bahwa sang suami termasuk prototype orang yang lemah juga. Berbeda bila seorang suami termasuk sosok yang berkepribadian kuat, tegar lagi kokoh, maka hatinya tidak akan keras. Dia tidak tega berbuat aniaya terhadap kaum yang lemah. Barangsiapa bisa menguasai diri ketika berhadapan dengan mereka, yaitu para wanita, sungguh kebaikan telah muncul pada dirinya.

Al Mubarakfuri ketika menandakan hadits tersebut dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi (4/274) mengatakan: “Mereka (para wanita) ialah orang yang harus dirahmati (dikasihi) karena kelemahan fisik mereka”.
Asy Syaukani menjelaskan makna hadits tersebut dengan menyatakan : “Dalam hadits ini tersimpan catatan penting. Bahwa orang yang paling tinggi derajatnya dalam kebaikan dan paling berhak meraih sifat tersebut ialah, orang-orang yang paling baik perilakunya kepada keluarganya. Sebab, keluarga, mereka itu merupakan orang-orang yang paling berhak dengan wajah manis dan cara bergaul yang baik, curahan kebaikan, diusahakan mendapatkan manfaat, dilindungi dari bahaya. Jika ada lelaki yang demikian, pasti ia berpredikat sebagai insan yang terbaik. Jika ia bersikap sebaliknya, maka ia berada dalam keburukan.

Banyak orang yang terjerumus dalam keteledoran ini. Anda bisa menyaksikan seorang lelaki, bila ia menjumpai keluarganya, maka menjadi sosok yang akhlaknya buruk, sangat pelit dan sedikit sekali berbuat baik kepada mereka. Tetapi, apabila bersama orang lain, maka engkau akan dihormati, akhlaknya melunak, jiwanya menjadi dermawan, ringan tangan. Tidak diragukan, pria semacam ini ialah insan yang terhalang dari taufik Allah, menyimpang dari jalan yang lurus. Semoga Allah memperlihatkan keselamatan bagi kita dari hal itu”.[2]

Sengaja keterangan ulama ini dikutip secara lengkap, alasannya merupakan pesan sangat berharga dari dia bagi para suami dan ayah, yang banyak lalai dari kebijaksanaan pekerti luhur dalam bergaul dengan keluarga.
Anda bisa saksikan, berapa banyak lelaki sangat dekat bersama rekan sejawatnya. Namun tatkala kembali ke rumah, ia bermetamorfosis insan yang bakhil, lagi menakutkan. Padahal, semestinya, pihak yang paling pantas mendapatkan kebaikan maupun kelembutannya ialah keluarganya. Pepatah mengatakan, al aqrabin aula bil ma’ruf. Artinya, kaum kerabat paling utama mendapatkan kebaikan.

Jadi, keluarga harus disikapi dengan penuh kasih sayang, kontrol yang baik, sabar terhadap kesalahan dan kekeliruan mereka, serta berusaha mengoreksi kesalahan dengan cara elegan, penuh hikmah, sebagaimana yang ia tunjukkan kepada orang lain di luar rumah.

 Syaikh Abdul Malik Ramadhani Hafizhahullah Cara Praktis Dalam Islam Membongkar Rahasia Kepribadian Lelaki

KENALILAH LELAKI MELALUI INTERAKSINYA DENGAN KELUARGANYA

Sebuah kaidah mengatakan, seseorang akan gampang dikenali di rumah daripada di luar rumah.

Penjelasannya, ia tidak sulit bersikap akal-akalan di luar rumah, memerankan aksara yang berbeda dari aksara aslinya. Orang yang terbiasa kasar, bisa menampilkan aksara yang simpatik, sabar terhadap kesalahan orang lain di luar rumah. Karena kebersamaannya dengan orang lain di luar rumah sejenak. Bisa cuma setengah jam atau hanya satu jam.

Bersama mereka, orang sanggup bersandiwara menyerupai yang dilakukan para hipokrit dan pegawai-pegawai. Memperlihatkan kebijaksanaan pekerti yang baik, jauh dari tindakan yang tak bermoral. Berbeda ketika di rumah, ia akan susah memerankan dramanya sepanjang waktu. Sebab waktunya lama. Kesabarannya untuk bermuka dua akan terkikis seiring dengan perjalanan detik demi detik, sehingga akan kembali kepada kepribadian aslinya. Disebutkan oleh pepatah, kepura-puraan akan terkalahkan oleh sikap bawaan.

Terkadang, sikap yang berpura-pura bermuka baik dalam waktu yang sementara bisa dilewatinya dengan sukses, menyerupai sikap sejumlah lelaki yang kurang bermoral ketika akan meminang seorang gadis. Pihak lelaki memperlihatkan eksklusif yang baik untuk menjaga imej, sehingga keburukan perangainya ditutupinya serapat mungkin. Pernikahanlah yang akan membongkarnya. Sehingga tak tidak mungkin sanggup memicu timbulnya perceraian antara pasangan suami istri, karena adanya unsur tipuan dan kamuflase ketika proses nazhar (perkenalan) sebelum pernikahan.

Jadi, di rumah, kepribadian seorang suami akan gampang diketahui. Apakah ia seorang eksklusif yang lembut atau berperangai kasar? Apakah ia gemar memberi atau pelit? Apakah ia hening atau orang yang gampang kalut? Pergaulan di rumah akan memberitahukan secara sempurna keaslian aksara lelaki. Maka, kenalilah diri Anda ketika berada di dalam rumah. Bagaimanakah kesabaran Anda ketika berhadapan dengan anak-anak? Bagaimana sikap Anda menghadapi kelemahan istri? Bagaimana ketegaran Anda dalam memikul tanggung jawab keluarga? Orang yang tidak cakap memimpin rumah tangga, pasti tidak bisa untuk mengarahkan umat manusia. Inilah belakang layar dari sabda Nabi n di permulaan goresan pena ini.

TETANGGA JUGA MENJADI BAROMETER

Semakna dengan hadits di atas, yaitu sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

خَيْرُ ْالأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

“Sebaik-baik mitra ialah orang yang paling baik kepada kawannya. Dan sebaik-baik tetangga ialah orang yang paling baik kepada tetangganya”[3].

Keberadaan tetangga atau para koleganya tidak berbeda dengan anggota keluarga dalam mempengaruhi kepribadian seseorang. Saking seringnya berinteraksi, mereka bisa mengetahui dan meneropong rahasianya yang tidak diketahui oleh orang yang masih absurd terhadap dirinya. Kebaikannya dibuktikan dengan besarnya kesabaran dirinya ketika menghabiskan waktu bersama tetangga atau para koleganya. Oleh karena itu, para tetangga dan mitra tidak akan melontarkan kebanggaan dan sanjungan, kecuali sesudah mereka melihat cara pergaulan yang baik dan moral yang luhur pada dirinya. Maka, kembali kepada sebuah pedoman, seseorang tidak bisa dikenali dengan baik kecuali melalui pergaulan. Rahasia ini hanya berada di tangan keluarga, tetangga dan sahabat dekat.

Ada orang yang sangat pemalu, lembek, cengeng terhadap sebuah gangguan, sehingga ia mengisolasi diri dari masyarakatnya. Orang-orang pun menilainya sebagai eksklusif yang pendiam, mulia, mulutnya terjaga dari ghibah. Tetapi, ternyata evaluasi ini bertolak belakang. Karena, realitanya, kepada keluarganya ia bersikap kasar, suka menyakiti anggota keluarga lainnya. Dia tidak bisa menampilkan potret dirinya di masyarakat, karena rendah dirinya ketika bertemu dengan orang-orang asing. Dan, ini yang penting, kekerasan eksklusif pada diri seseorang, bekerjsama muncul karena kesalahannya sendiri. Dia bahagia mengurung diri dari pergaulan luar. Orang-orang menyerupai ini, tidak mungkin dikenali dengan baik, kecuali melalui akreditasi anggota keluarganya.

Maka, hadits di atas merupakan sebuah hadits yang sangat penting. Kendati ringkas lafazhnya, tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperlihatkan aliran yang terang untuk mengenal seseorang.
Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
________
Footnote
[1]. Diringkas dari kitab Al Mau’izhatul Hasanah fi Akhlaqil Hasanah, hlm 74-82, karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani hafizhahullah Cet.II Th. 1426 H.
[2]. Nailul Authar (6/360).
[3]. HR At Tirmidzi, no. 1944 dishahihkan oleh Syaikh al Albani.


Sumber 




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 




Sumber https://ayojalanterus.blogspot.com
Share:

Bagaimanakah Cara Mengusir Jin 'Jahat'.... Di Rumah Yang Gres Di Tempati ?

  Ayo  Jalan Terus !  - Jika Kita Menempati Rumah Baru, Dan Ingin Mengusir Jin Yang Tinggal Dirumah Tersebut,Bagaimanakah Caranya?



Mengusir Jin Pengganggu dari Rumah

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz saya mau bertanya beberapa mengenai hal gaib

1. Seandainya Ustadz diminta mengusir makhluk mistik yang mengganggu suatu rumah, apa yang sanggup dilakukan? Selain memperbaiki keislaman di rumah tersebut, misal hal asing yang dilakukan orang: menabur garam, memasang penangkal baik dari dukun ataupun menempelkan ayat di dinding, aben kemenyan, memanggil dukun, dsb.

2. Kalau Menyetel Mp3 Quran dengan sengaja bagaimana?

3. Apakah bisa setan membawa insan ke alamnya? Karena pernah ada belum dewasa bermain -yang satu orang mencari teman lain yang bersembunyi- pada malam dan salah satunya hilang, dan kata “orang pintar” dia dibawa setan ke alamnya, lalu dengan bantuannya bisa diambil lagi orang tadi, kisah ini dari ibu saya yang mengetahui kejadian ini.

4. Makara hal apa yang dibenarkan Islam untuk menyelamatkan orang itu? Sedangkan kalau orang yang agamanya benar tidak akan mengetahui wacana ilmu menyerupai itu. Sama saja kalau mau minta diurut sebab salah urat, biasanya kebanyakan tukang urut mempunyai ilmu -yang saya tahu mungkin berbau syirik-. Makara apa yang seharusnya dilakukan.

5. Apakah niscaya perbuatan syirik, jikalau orang Islam, mempunyai kemampuan yang asing walaupun tujuannya baik dan tidak untuk berbuat kejahatan, menyerupai kebal atau bisa melihat, melawan, hingga memasukkan jin ke dalam botol -seperti program “ustadz-ustadz” pemburu jin di TV-, atau menyembuhkan orang sakit dengan memindahkan penyakit ke ayam, kambing, atau hal-hal yang lainnya. Tetapi amalan mereka menyerupai orang Islam biasa, shalat, puasa, dsb.

Sekian dulu Ustadz, Jazakallahu khairan

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dari: Ahmad

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu

Untuk kasus semacam ini, ada dua tindakan yang bisa Anda lakukan;

Pertama, pengobatan

Maksud kami ialah mengusir jin itu dengan segera.

Cara yang paling efektif dalam hal ini ialah membacakan surat Al-Baqarah, satu surat penuh. Ini menurut hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

“Jangan kalian jadikan rumah kalian menyerupai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

Sahabat Ibnu Mas’ud mengatakan:

إِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ فِي بَيْتٍ، خَرَجَ مِنْهُ

“Sesungguhnya setan, apabila mendengar surat Al-Baqarah dibacakan dalam rumah, maka dia akan keluar dari rumah itu.” (HR. Ad-Darimi 3422, At-thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 8642).

Hanya 3 hari?

Terdapat keterangan bahwa setan meninggalkan rumah itu selama 3 hari. Ini menurut hadis dari Sahl bin Sa’d radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ فِي بَيْتِهِ لَيْلًا لَمْ يَدْخُلِ الشَّيْطَانُ بَيْتَهُ ثَلَاثَ لَيَالٍ

“Siapa yang membaca surat Al-Baqarah di malam hari maka setan tidak akan memasuki rumahnya selama tiga hari..” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya 780).

Hanya saja, keterangan suplemen tiga hari dalam riwayat tersebut dinilai lemah oleh al-Albani, sebagaimana keterangan dia di Silsilah Ad-Dhaifah no. 1349.
Hanya Setan yang Mengganggu

Setan yang lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah ialah setan yang mengganggu secara zahir. Sebagaimana keterangan yang dinukil Ibnu Hibban, dari Imam Abu Hatim:

قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَمْ يَدْخُلِ الشَّيْطَانُ بَيْتَهُ»، أَرَادَ بِهِ مَرَدَةَ الشَّيَاطِينِ دُونَ غَيْرِهِمْ

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “setan tidak akan memasuki rumahnya” maksudnya ialah setan yang membangkang (mengganggu) bukan yang lainnya. (Shahih Ibnu Hibban, 3:59)

Siapa yang Membaca?

Siapa saja, tidak harus tuan rumah. Lebih-lebih, jikalau tuan rumah sendiri tidak bisa membaca Alquran. Karena lafal dalam hadis: “yang dibacakan surat Al-Baqarah” dengan bentuk kalimat pasif. Artinya siapapun yang membaca, selama dilakukan di dalam rumah, telah memenuhi syarat untuk mengusir setan.

Hanya saja dihentikan memakai rekaman Mp3 atau sejenisnya. Karena membaca butuh niat, dan audio player atau komputer tidak bisa berniat.

Kedua, tindakan pencegahan

Tindakan ini merupakan upaya berkelanjutan selama menempati rumah tersebut. Karena berkelanjutan, upaya ini hanya bisa dilakukan oleh tuan rumah atau orang yang menempatinya. Dia tidak lagi bisa bergantung atau meminta tunjangan orang lain. Karena itu, upaya ini lebih menekankan pada mental keagamaan penghuni rumah.

  Dan Ingin Mengusir Jin Yang Tinggal Dirumah Tersebut Bagaimanakah Cara Mengusir JIN 'Jahat'.... Di Rumah yang Baru di tempati ?
 Dan Ingin Mengusir Jin Yang Tinggal Dirumah Tersebut Bagaimanakah Cara Mengusir JIN 'Jahat'.... Di Rumah yang Baru di tempati ?Sumber 



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui gosip menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 




Sumber https://ayojalanterus.blogspot.com
Share:

Tips & Trik Diam-Diam Biar Memiliki Perjuangan Sukses Dan Berkah

  Ayo  Jalan Terus !  - BANYAK orang yang ingin membuka usaha, tetapi sulit untuk memulai. Hal ini disebabkan lantaran adanya rasa takut akan kegagalan. Padahal, menjadi seorang pengusaha yang sukses itu harus berani untuk gagal. Sebab, kegagalan merupakan awal dari sebuah kesuksesan. Tentunya, kita harus mempersiapkan mental yang berpengaruh untuk menghadapi kenyataan itu.

Ketika kita sudah memberanikan diri untuk membuka usaha, maka jangan hanya sekadar usaha. Anda juga perlu melaksanakan trik-trik khusus untuk mensukseskan perjuangan Anda. Nah, sebagai seorang muslim, sukses aja tidak cukup. Perlu juga adanya keberkahan yang diperoleh dari perjuangan kita. Tapi, bagaimana caranya?





Ada diam-diam di balik kesuksesan dan keberkahan suatu usaha. Mau tahu? Ini ia lima rahasianya!

Rahasia ke-1: Memahami Ilmu Teknis Bisnis Anda

Ini sebetulnya penting, kita memang harus mengetahui hal-hal teknis dalam menjalankan bisnis kita. Tapi yang salah ialah Anda hanya fokus pada hal teknis tetapi melupakan ilmu lainnya yang justru lebih penting.

Memang, Anda sebagai seorang pebisnis tidak harus mengurusi hal-hal teknis. Tetapi tetap harus difahami, lantaran keputusan-keputusan Anda, membangun sistem, menawarkan delegasi, dan sebagainya dalam bisnis perlu pemahaman wacana hal-hal teknis tadi.

Saat memulai mungkin semuanya Anda lakukan sendiri, sehingga jikalau Anda mau berjualan bakso, setidaknya Anda mengetahui wacana cara meracik semangkuk bakso yang enak. Saat mulai, Anda yang menyajikannya sendiri, tetapi jangan keterusan, hanya ketika memulai biar bisnis Anda mulai jalan.

Di antara banyaknya penjual bakso (sendiri) ada yang bermetamorfosis pebisnis bakso yang besar. Merknya terkenal, punya kawasan bagus, dan sudah punya cabang. Atau ada juga yang menjadi juragan bakso dengan ratusan grobak yang beroperasi. Sementara ada saja yang sudah sekian usang terus menjadi penjual bakso. Apa yang membedakannya?

Keempat ilmu berikutnyalah yang akan membedakan mereka, siapa yang akan berkembang atau siapa saja yang terus menjadi tukang bakso sendirian.

Bisnis menciptakan dan menjajakan bakso saja tidak cukup untuk membesarkan bisnis bakso.

Rahasia ke-2: Memahami Ilmu Menjalankan Bisnis

Jika Anda mau bisnis bakso, tidak cukup hanya bisa menciptakan bakso atau menyajikannya. Kita membutuhkan ilmu menjalankan bisnis. Ilmu menjalankan bisnis mencakup pemasaran, administrasi (sistem), leadership, dan taktik bisnis.

Makara tidak cukup hanya bisa menciptakan bakso, Anda membutuhkan ilmu lainnya. Pertama wacana pemasaran, apa yang membedakan bakso Anda dengan bakso lainnya? Bagaimana cara menjangkau lebih banyak pelanggan? Bagaimana biar pelanggan Anda terus bertambah? Bagaimana cara memuaskan pelanggan? Dan sebagainya. Ini bisa Anda lakukan jikalau Anda memahami pemasaran.

Selanjutnya bagaimana biar rasa bakso Anda tidak berubah? Bagaimana biar produksi bisa terjaga dari segi kualitas dan kuantitas? Bagaimana biar siapa pun yang menyajikan bakso tetap yummy rasanya? Nah ini membutuhkan ilmu wacana sistem bisnis. Anda harus belajar.

Termasuk ilmu memimpin, lantaran bisnis itu ialah tim. Bukan bisnis jikalau segalanya Anda lakukan sendiri. Sudahkan Anda bisa memimpin?

Inilah yang memungkinkan bisnis Anda berkembang. Pemasaran kuat, ada sistem, ada tim, dan Anda sebagai owner bisnis bisa memimpin anak buah Anda.



Rahasia ke-3: Memahami Ilmu Mental Bisnis

Yang jangan dilupakan ialah problem mental atau mindset. Jago ilmu bisnis dan teknis bisa menjadi percuma jikalau mental bisnis kita payah. Anda harus mempunyai semangat, kreatif, dan pantang menyerah. Harus mempunyai pikiran maju, tidak cepat puas, dan bisa berdiri ketika sedang terpuruk.

Bisa jadi, seorang penjual bakso faham wacana cara menjadi pebisnis bakso, tetapi jikalau mental bisnisnya yang kurang anggun menyerupai kurangnya kemauan, takut mengambil risiko, dan sebagainya, ia tidak akan menjadi pebisnis bakso yang sukses.

Beberapa mental bisnis yang perlu Anda miliki ialah pantang menyerah, selalu ingin lebih baik (mental juara), percaya diri, berani mengambil risiko, tekun, kreatif dan sebagainya.
Pertama perlu difahami bahwa membangun bisnis akan banyak rintangan. Diperlukan kekuatan mental yang berpengaruh untuk mengatasi semua rintangan yang muncul di hadapan Anda.

Rahasia ke-4: Menguasai Ilmu Syariah

Rahasia 1 hingga 3 bisa menciptakan bisnis Anda sukses dan besar. Lalu, bagaimana supaya berkah. Ya, langkah pertamanya ialah memastikan bisnis kita tidak melanggar syariah. Makara jangan asal bisnis, apakah bisnis Anda sudah halal?

Bisnis ialah pecahan dari muamalah, artinya pecahan dari ibadah. Ibadah muamalah ada rambu-rambu yang harus difahami dan ditaati. Untuk itu kita perlu berguru wacana fiqh niaga, termasuk ekonomi syariah biar bisnis kita halal dan terbebas dari riba.

Bukan hanya bank yang ada bank syariah. Bisnis bakso pun ada. Bakso syariah ialah bakso dimana bahan, tempat, dan pelayanan yang sesuai dengan syariah.

Belajarkan fiqh dan ilmu agama lainnya yang berkaitan dengan bisnis, biar bisnis Anda berkah.

Rahasia ke-5: Memahami Ilmu Ruhiah

Ini yang paling penting, biar kita bisa mendapat derma Allah. Tanpa derma Allah, semuanya akan percuma. Sebenarnya, kekuatan itu tiba dari Allah, kita hanya berusaha, Allah yang menentukan.

Sudah banyak ustadz yang membahas banyak sekali aspek ruhiah menyerupai shadaqah, shalat dhuha, shalat tahajud, tawakal, bersyukur, dan sebagainya untuk memperlancar kita mendapat rezeki.

Itulah lima diam-diam dari sebuah kesuksesan dan keberkahan dalam usaha. Yang perlu kita ingat ialah kita tidak asal praktik atau bertindak, tetapi memastikan tindakan kita tidak melanggar aliran agama. Dan juga selain ikthiar maksimal, maka kepercayaan kita harus maksimal. Artinya semaksimal mungkin kita berusaha (dengan do’a, syukur, shadaqah, shalat dhuha, dan sebagainya) biar kita mendapat derma Allah.

Sumber




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui info menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 




Sumber https://ayojalanterus.blogspot.com
Share:

Karena Anak Akan Selalu Mengingat 5 Hal Ini Dari Orang Renta Mereka

  Ayo  Jalan Terus !  -  Menjadi orang tua, dimana merekalah sumber awal dari pengetahuan belum dewasa mereka. Maka dari itu menjadi orang renta dan menjalankan peranannya dengan baik akan membantu anak bisa melewati masa-masa belajarnya. Pendidikan yang baik yaitu dengan menanamkan akhlaq yang baik secara besar lengan berkuasa dan kokoh ke dalam jiwa anak, sehingga ia bisa menolak syahwat yang jelek, dan menimbulkan jiwanya tidak akan merasa nyaman kecuali dengan hal-hal yang baik.





Oleh alasannya yaitu itulah orang renta harus menjadi teladan yang baik untuk buah hati dan membesarkan mereka dengan cara yang baik. Namun ternyata, tidak ada resep atau ajaran akurat perihal bagaimana membesarkan anak menjadi langsung yang baik dan mempunyai kegunaan untuk bangsa. Hanya dengan kasih sayang, nilai agama, dan teladan, merupakan tiga hal yang selalu dijabarkan banyak psikolog untuk membangun keluarga yang hangat dan penuh cinta.

Sehingga akan ada hal yang akan mereka ingat hingga nanti mereka dewasa, dan hal tersebut pastilah bermula dari orang renta mereka sendiri. Jika tidak percaya, coba simak uraian berikut yang merincikan lima hal paling diingat anak dari orangtua mereka tersebut, berikut ini.

1. Perhatian Orangtua


Anak-anak akan selalu mengingat masa-masa menghabiskan waktu berkualitas bersama orang tuanya. Selain itu, mereka juga akan selalu terkenang pada perhatian orangtua terhadap kebutuhan mereka, terutama terkait dengan emosional.

2. Perlindungan Dari Orangtua


Saat anak merasa bersedih, ketakutan, atau emosional mereka akan ingat bagaimana cara orangtua mereka melindungi dan meredakan rasa takut tersebut.

3. Dukungan dan Kritikan Orangtua


Jangan remehkan kemampuan anak untuk menyerap tiap kalimat kritik atau nasehat yang Anda lontarkan pada mereka. Sebab, belum dewasa sanggup mengingat kalimat positif atau negatif yang diberikan orangtua hingga kelak mereka dewasa.

4. Komunikasi Ayah dan Ibu


Kali pertama anak menyadari dan memahami cinta yaitu lewat komunikasi yang terjalin antara ayah dan ibu mereka. Oleh alasannya yaitu itu, rumahtangga yang hangat sangat memengaruhi cara anak memandang cinta dan komitmen.


5. Tradisi Keluarga


Anak-anak suka hal yang impulsif menyerupai kejutan, begitupula dengan tradisi keluarga. Ritual dan tradisi beraktivitas bersama merupakan memori yang akan selalu tinggal dalam benak anak hingga mereka dewasa.

Jadi, untuk para orang renta yang ingin anak mereka menjadi langsung yang baik, dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa tanpa henti, terutama pada waktu-waktu mustajab, menyerupai ketika sepertiga malam terakhir, ketika sujud, dan pada hari Jumat. Perbanyaklah meminta kepada-Nya supaya menimbulkan belum dewasa menjadi belum dewasa yang shalih dan supaya membimbing mereka ke jalan yang lurus. Berdoa untuk kebaikan anak yaitu salah satu ciri hamba Allah yang shalih. Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا الفرقان ( 74)

“Dan (hamba-hamba Ar Rahman adalah) mereka yang mengatakan:” Ya Tuhan kami! Anugerahkan kepada kami, istri-istri dan keturunan kami yang akan menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin untuk orang-orang yang bertakwa” (Al-Furqaan 25:74).

Syaikh ‘Abd ar-Rahman as-Sa’di, semoga Allah merahmatinya, berkata, “penyejuk mata” artinya sumber kebahagian bagi kami. Wallahu a’lam.






Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui gosip menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 




Sumber https://ayojalanterus.blogspot.com
Share:

Sample Text

Copyright © Ayo Luruskan | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Free Blogger Templates