Ayo Jalan Terus ! - Dahsyatnya Kalimat "Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil" (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran)
Yang dimaksud dengan menyerahkan urusan kepada Allah subhanahu yaitu sesudah berusaha dan berikhtiyar, maka tidaklah mereka mencari kesembuhan kecuali dariNya, tidaklah mereka mencari kecukupan kecuali dariNya, tidaklah mereka kemuliaan kecuali darinya, maka seluruh masalah bergantung kepada Allah, mengharap dariNya.
Dan inilah doa yang dengan doa tersebut Allah menjaga kehormatan Aisyah –semoga Allah meridoinya-, tatkala ia naik tunggangannya ia berkata, "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" (cukuplah Allah bagiku dan sebaik-baik Sandaran). Lalu turulah ayat-ayat yang menjelaskan sucinya Aisyah dari tuduhan keji.
"Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah doanya orang-orang yang kuat, dan bukan doanya orang-orang yang lemah, doanya orang-orang yang besar lengan berkuasa hati mereka, tidak terpengaruh oleh dugaan-dugaan, tidak diganggu oleh kejadian-kejadian, tidak terkotori oleh kelemahan dan ketakutan, lantaran mereka mengetahui bergotong-royong Allah telah menjamin orang yang bertawakal kepadanya dengan jaminan penjagaan yang sempurna. Maka ia yakin kepada Allah, damai percaya dengan komitmen Allah, maka sirnalah kesedihannya, hilanglah kegelisahannya, kesulitan pun berganti menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kegembiraan, dan ketakutan menjadi ketenteraman.
"Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah senjata seorang dai yang menyeru kepada jalan Allah. Seorang mukmin yang benar tegar tidak tergoyahkan oleh goncangan-goncangan, ia tetap melangkah, memurnikan tawakalnya, dan baginya ganjaran yang besar. Allah berfirman :
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya saya bertawakkal dan Dia ialah Tuhan yang mempunyai 'Arsy yang agung". (QS At-Taubah : 129)
Mereka yang memberikan agama Allah, mereka mengetahui bergotong-royong Allah ialah penolong mereka, maka merekapun takut kepada Allah dan tidak peduli dengan orang-orang yang menghalangi, mereka yakin bergotong-royong mereka di atas kebenaran, bergotong-royong agama mereka benar, mereka menempuh jalannya para nabi dengan penuh kelembutan dan hikmah.
"Hasbunallah wani'mal wakiil" adalah doa rido terhadap taqdir Allah. Allah berfirman :
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu wacana (distribusi) zakat; kalau mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan kalau mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi Kami, Allah akan memperlihatkan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, Sesungguhnya Kami ialah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). (QS At-Taubah : 58-59)
Seandainya seorang muslim mendapatkan keputusan Allah, rido dengan hikmahNya maka lebih baik dan agung baginya. Ini merupakan etika jiwa, etika lisan, dan etika iman. Ridho dengan pembagian Allah, rido dengan perilaku pasrah dan menerima, bukan ridho terpaksa. Maka cukupkanlah diri dengan Allah, pasti Allah akan mencukupkan untuk hambaNya. Dan mencukupkan diri dengan Allah merupakan perilaku seorang muslim tatkala miskin dan tatkala memberi, tatkala menolak dan tatkala mengambil, dalam kondisi senang dan susah.
"Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" merupakan washiat Nabi kita yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam kepada umatnya tatkala dalam kondisi berat, dia bersabda :
"Bagaimana saya tenteram sementara malaikat Israfil telah melekat pada sangkakala dan menanti izin kapan ia diperintahkan untuk meniup, maka diapun meniup".
Maka hal ini memberatkan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka Nabi berkata kepada mereka :"Ucapkanlah: "Hasbunallahu wani'mal wakiil, 'alallahi tawakalnaa" (cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik bersandar, hanya kepadaNyalah kami menyerahkan urusan kami).
Barangsiapa yang Allah cukup baginya maka pikirannya tidak tersibukan dengan makar (rencana jahat) yang disiapkan oleh para pemakar, tidak menggelisahkannya perkumpulan orang-orang yang selalu menanti-nanti keburukan menimpa kaum muslimin, tidak juga planning jahat andal kufur dan orang sesat dan penipu atau orang yang menampakkan masalah yang bertentangan dengan batinnya. Karenanya Allah menenangkan NabiNya dan menurunkan firmanNya kepada Nabi:
"Dan kalau mereka bermaksud menipumu, maka Sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu)." (QS Al-Anfaal : 62)
Yazid bin Hakiim pernah berkata :
"Tidaklah saya takut kepada seorangpun sebagaimana ketakutanku kepada seseorang yang saya mendzoliminya, dan saya tahu bergotong-royong tidak ada penolong baginya kecuali Allah. Ia berkata, "Hasbiyallahu" (cukuplah Allah penolongku), ia berkata :"Antara saya dan engkau ada Allah".
"Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" membuahkan kepercayaan kepada Allah subhaanahu, dan bersandar kepadaNya, merasa Allah selalu bersamanya dalam setiap waktu dan setiap kondisi.
Jika seorang hamba telah mengetahui bergotong-royong Allah yang mencukupkan rizkinya, mata pencahariannya, penjagaan dan perhatinan, pertolongan dan kejayaan, maka ia hanya akan mencukupkan dengan pertolongan Allah dari pertolongan selainNya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
وَمَنِ اسْتَكْفَى كَفَاهُ اللهُ
"Barangsiapa yang mencari kecukupan (dari Allah) maka Allah mencukupkannya."
"Hasbiyallahu wani'mal wakiil" membuahkan penyerahan seorang hamba dirinya kepada Allah, berbaik sangka kepadaNya subhaanahu, lantaran Allah tersifatkan dengan kekuatan yang sempurna, ilmu dan pesan yang tersirat yang sempurna, dan Allah tidaklah mentakdirkan bagi hamba kecuali yang membawa kemaslahatan bagi sang hamba baik di dunia maupun akhirat. Allah berfirman:
وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
"Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nisaa' : 32)
Juga membuahkan pemantapan tauhid dan tawakkal kepada Pencipta. Allah berfirman:
فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ
"Maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya." (QS Huud : 123)
Allah berfiman:
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا
"(Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung." (QS Al-Muzammil : 9)
Allah juga berfirman:
أَلا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي وَكِيلا
"Janganlah kau mengambil penolong selain Aku." (QS Al-Isroo' : 2)
Dan janganlah dipahami dari ini semua, seseorang kemudian menyembunyikan kemalasannya dan ketidakmampuannya dibalik "hasbunallahu wani'mal wakiil". Karena ini merupakan bentuk dari kelemahan dan kehinaan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya doa berikut:
"Ya Allah saya berlindung kepadaMu dari kegelisahan dan kesedihan, saya berlindung kepadaMu dari ketidakmampuan dan kemalasan, saya berlindung kepadaMu dari sifat penakut dan pelit, dan saya berlindung kepadaMu dari terlilit hutang dan penguasaan para lelaki."
Maka seorang muslim menghadapi semua kejadian dan kondisi dengan "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" dengan menghadirkan akan agungnya makna kalimat ini, tingginya nilai yang ditunjukkannya, disertai dengan amal yang sungguh-sungguh, dan menempuh sebab-sebab dengan pesan yang tersirat dan ilmu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Seorang mukmin yang besar lengan berkuasa lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah, dan semuanya ada kebaikan. Semangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah."
(Disampaikan dalam Khutbah Jumat di Masjid Nabawi)
Oleh: Syaikh Abdul Baari Ats-Tsubaiti hafizohulloh
(Khotib Masjid Nabawi Madinah)
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, amma ba'du:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
"Hasbunallah wani'mal wakiil" (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran), suatu kalimat yang agung, mengandung makna-makna yang tinggi, indah kandungannya, memberi efek yang kuat. Al-Hasiib (الحسيب) ialah Dzat Yang menghitung nafas-nafasmu, yang dengan karuniaNya Ia menjauhkan keburukan darimu, Yang diperlukan kebaikannya, dan cukup dengan karuniaNya, dengan anugerahNya Ia menghilangkan keburukan.
Al-Hasiib adalah Dzat yang kalau engkau mengangkat hajatmu kepadaNya maka Iapun memenuhinya, kalau ia menghukum dengan suatu keputusan maka ia menetapkannya dan menjalankannya.
وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا
"Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat perhitungan." (QS Al-Ahzaab : 36)
Maknanya ialah yang mengetahui bagian-bagian dan ukuran-ukuran yang para hamba mengetahuinya semisal ukuran-ukuran tersebut dengan cara menghitung, adapun Allah mengetahuinya tanpa menghitung.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah pasti Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS At-Tholaq : 3)
Yaitu Allah akan mencukupkan urusan agama dan dunianya, Yang menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya, dan seluruh kecukupan diperoleh maka tidaklah diperoleh kecuali dengan Allah, atau dengan sebagian makhlukNya, dan seluruh kecukupan yang diperoleh dengan (sebab) makhlukNya maka sesungguhnya diperoleh denganNya.
وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
"Dan Allah ialah Sebaik-baik Sandaran". (QS Ali 'Imron : 163)
Yaitu, sebaik-baik daerah bersandar kepadanya dalam memperoleh kenikmatan dan untuk menolak kemudhorotan dan bencana.
Al-Wakiil (الوكيل) ialah Yang mengurus seluruh alam, dalam penciptaan, pengaturan, santunan petunjuk dan taqdirnya. Al-Wakiil adalah yang dengan kebaikanNya mengatur segela urusan hambaNya, maka Ia tidak akan meninggalkan hambaNya, tidak membiarkannya, tidak menyerahkan hambaNya kepada yang lain, dan diantaranya ialah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
"Ya Robku, hanya kepada rahmatMu-lah ku berharap, maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku meski hanya sekejap mata."
Yaitu janganlah Engkau serahkan saya kepada diriku dan memalingkan saya kepada diriku, lantaran barang siapa yang bertawakkal kepada dirinya maka ia telah binasa.
"Hasbunallah wani'mal wakiil" (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran) yaitu Allah cukup bagi orang yang bertawakkal kepadaNya, yang berlindung kepadaNya, Dialah yang menghilangkan ketakutan dari seorang yang sedang takut, Dia melindungi orang yang meminta perlindungan, Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Barangsiapa yang berloyal kepadaNya, meminta pertolonganNya, bertawakal kepadaNya, serta menyerahkan segala urusannya kepadaNya, maka Allah akan melindunginya dengan penjagaanNya dan naunganNya. Barangsiapa yang takut kepadaNya dan bertakwal kepadaNya maka Allah akan menjadikannya kondusif dari segala yang ia takutkan dan kawatirkan. Serta Allah akan mendatangkan baginya seluruh kemanfaatan yang ia butuhkan.
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah pasti Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah pasti Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS At-Tholaq : 2-3)
Maka janganlah merasa lambat akan datangnya pertolongan Allah, rizkiNya dan kesembuhan dariNya, karena...
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Sesungguhnya Allah melakukan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS At-Tholaq : 3), tidak akan dipercepat dan tidak pula terlambat.
Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
"Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu." (QS Al-Anfaal : 64)
Yaitu Allah akan melindungimu dan melindungi para pengikutmu.
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya." (QS Az-Zumar : 36)
Dan diam-diam datangnya proteksi Allah ialah mewujudkan peribadatan, maka semakin bertambah penghambaan (peribadatan) seorang hamba kepada Allah maka semakin bertambah pula proteksi Allah Azza wa Jalla. Maka tambahlah penghambaanmu pasti Allah Azza wa Jalla menambah penjagaan dan perlindunganNya bagimu.
"Hasbullah wa ni'mal wakiil" adalah daerah proteksi seorang hamba tatkala dalam kondisi krisis yang parah, dalam kondisi yang sangat genting. Perkataan ini lebih besar lengan berkuasa daripada kekuatan materi dan sebab-sebab duniawi. Perkataan ini ialah daerah bertumpu seorang muslim tatkala hartanya direbut, tatkala ia tak bisa untuk meraih haknya, tatkala sedikit pendukungnya, perkataan ini ialah penghiburnya tatkala petaka menerpa, bentengnya tatkala genting, yaitu tatkala ia mengucapkan perkataan ini dengan keyakinan yang kuat, lantaran ia meyakini bahwasanya "Laa haula wa laa quwwat illa billah" (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah).
Maka kalau seorang hamba ditimpa kesulitan, diliputi oleh petaka kemudian ia berkata "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" (cukuplah Allah penolongku dan sebaik-baik sandaran) maka hatinya akan terkosongkan dari segala sesuatu kecuali Allah semata. Maka hal ini akan mengakibatkan seorang yang tertimpa petaka dan ujjian akan merasa dalam relung hatinya adanya keyakinan bergotong-royong segala masalah di tangan Allah.
(Maha suci Allah pemilik segala kekuasaan, maha suci Allah pemilik kesombongan, maha suci Allah yang Maha hidup dan tidak akan mati). Maka akan ringan baginya kesedihan bagaimanapun beratnya, akan ringan penderitaan bagaimanapun puncaknya, balasannya penyeru dari keluarga Fir'aun berkata :
وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
"Dan saya menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya." (QS Al-Mukmin : 44)
Nabi Ya'qub 'alaihis salaam berkata:
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah saya mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS Yusuf : 86)
"Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah doa permintaan, obat bagi segala yang menggelisahkan seorang muslim baik masalah dunia maupun akhirat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa yang setiap hari tatkala pagi dan petang mengucapkan "Hasbiyallahu laa ilaaha illa Huwa 'alaihi tawkkaltu wa huwa Robbul 'Arsyil 'Adhiim" (artinya : Cukuplah Allah bagiku tiada sesembahan kecuali Dia, kepadaNya-lah saya bertawakkal, dan Dia ialah Penguasa 'Arsy yang agung) sebanyak 7 kali, maka Allah akan memenuhi apa yang menggelisahkannya dari masalah dunia dan akhirat."
"Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" diucapkan oleh Ibrahim 'alaihis salaam tatkala dilemparkan di api, maka jadilah api tersebut cuek dan membawa keselamatan. Diucapkan pula oleh Rasul kita yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam tatkala mereka berkata kepadanya:
ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدۡ جَمَعُواْ لَكُمۡ فَٱخۡشَوۡهُمۡ فَزَادَهُمۡ إِيمَـٰنً۬ا وَقَالُواْ حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَڪِيلُ
[Yaitu] orang-orang [yang menta’ati Allah dan Rasul] yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya insan [4] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, lantaran itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah ialah sebaik-baik Pelindung." (QS Ali Imron: 173)
Justru semakin menambah keimanan mereka (Nabi dan para sahabat),
فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ
"Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat tragedi apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS Ali Imron : 174)
Tatkala mereka menyerahkan urusan mereka kepada Allah dan menyandarkan hati mereka kepadaNya, maka Allah memperlihatkan kepada mereka jawaban berupa empat perkara, (1) kenikmatan, (2) karunia, (3) dihindarkan dari keburukan, (4) dan mengikuti keridhoan Allah, maka mereka ridho kepada Allah dan Allahpun ridho kepada mereka.
(Khotib Masjid Nabawi Madinah)
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, amma ba'du:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Al-Hasiib adalah Dzat yang kalau engkau mengangkat hajatmu kepadaNya maka Iapun memenuhinya, kalau ia menghukum dengan suatu keputusan maka ia menetapkannya dan menjalankannya.
وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا
"Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat perhitungan." (QS Al-Ahzaab : 36)
Maknanya ialah yang mengetahui bagian-bagian dan ukuran-ukuran yang para hamba mengetahuinya semisal ukuran-ukuran tersebut dengan cara menghitung, adapun Allah mengetahuinya tanpa menghitung.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah pasti Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS At-Tholaq : 3)
Yaitu Allah akan mencukupkan urusan agama dan dunianya, Yang menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya, dan seluruh kecukupan diperoleh maka tidaklah diperoleh kecuali dengan Allah, atau dengan sebagian makhlukNya, dan seluruh kecukupan yang diperoleh dengan (sebab) makhlukNya maka sesungguhnya diperoleh denganNya.
وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
"Dan Allah ialah Sebaik-baik Sandaran". (QS Ali 'Imron : 163)
Yaitu, sebaik-baik daerah bersandar kepadanya dalam memperoleh kenikmatan dan untuk menolak kemudhorotan dan bencana.
Al-Wakiil (الوكيل) ialah Yang mengurus seluruh alam, dalam penciptaan, pengaturan, santunan petunjuk dan taqdirnya. Al-Wakiil adalah yang dengan kebaikanNya mengatur segela urusan hambaNya, maka Ia tidak akan meninggalkan hambaNya, tidak membiarkannya, tidak menyerahkan hambaNya kepada yang lain, dan diantaranya ialah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
"Ya Robku, hanya kepada rahmatMu-lah ku berharap, maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku meski hanya sekejap mata."
Yaitu janganlah Engkau serahkan saya kepada diriku dan memalingkan saya kepada diriku, lantaran barang siapa yang bertawakkal kepada dirinya maka ia telah binasa.
"Hasbunallah wani'mal wakiil" (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran) yaitu Allah cukup bagi orang yang bertawakkal kepadaNya, yang berlindung kepadaNya, Dialah yang menghilangkan ketakutan dari seorang yang sedang takut, Dia melindungi orang yang meminta perlindungan, Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Barangsiapa yang berloyal kepadaNya, meminta pertolonganNya, bertawakal kepadaNya, serta menyerahkan segala urusannya kepadaNya, maka Allah akan melindunginya dengan penjagaanNya dan naunganNya. Barangsiapa yang takut kepadaNya dan bertakwal kepadaNya maka Allah akan menjadikannya kondusif dari segala yang ia takutkan dan kawatirkan. Serta Allah akan mendatangkan baginya seluruh kemanfaatan yang ia butuhkan.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah pasti Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah pasti Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS At-Tholaq : 2-3)
Maka janganlah merasa lambat akan datangnya pertolongan Allah, rizkiNya dan kesembuhan dariNya, karena...
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Sesungguhnya Allah melakukan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS At-Tholaq : 3), tidak akan dipercepat dan tidak pula terlambat.
Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
"Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu." (QS Al-Anfaal : 64)
Yaitu Allah akan melindungimu dan melindungi para pengikutmu.
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya." (QS Az-Zumar : 36)
Dan diam-diam datangnya proteksi Allah ialah mewujudkan peribadatan, maka semakin bertambah penghambaan (peribadatan) seorang hamba kepada Allah maka semakin bertambah pula proteksi Allah Azza wa Jalla. Maka tambahlah penghambaanmu pasti Allah Azza wa Jalla menambah penjagaan dan perlindunganNya bagimu.
"Hasbullah wa ni'mal wakiil" adalah daerah proteksi seorang hamba tatkala dalam kondisi krisis yang parah, dalam kondisi yang sangat genting. Perkataan ini lebih besar lengan berkuasa daripada kekuatan materi dan sebab-sebab duniawi. Perkataan ini ialah daerah bertumpu seorang muslim tatkala hartanya direbut, tatkala ia tak bisa untuk meraih haknya, tatkala sedikit pendukungnya, perkataan ini ialah penghiburnya tatkala petaka menerpa, bentengnya tatkala genting, yaitu tatkala ia mengucapkan perkataan ini dengan keyakinan yang kuat, lantaran ia meyakini bahwasanya "Laa haula wa laa quwwat illa billah" (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah).
Maka kalau seorang hamba ditimpa kesulitan, diliputi oleh petaka kemudian ia berkata "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" (cukuplah Allah penolongku dan sebaik-baik sandaran) maka hatinya akan terkosongkan dari segala sesuatu kecuali Allah semata. Maka hal ini akan mengakibatkan seorang yang tertimpa petaka dan ujjian akan merasa dalam relung hatinya adanya keyakinan bergotong-royong segala masalah di tangan Allah.
(Maha suci Allah pemilik segala kekuasaan, maha suci Allah pemilik kesombongan, maha suci Allah yang Maha hidup dan tidak akan mati). Maka akan ringan baginya kesedihan bagaimanapun beratnya, akan ringan penderitaan bagaimanapun puncaknya, balasannya penyeru dari keluarga Fir'aun berkata :
وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
"Dan saya menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya." (QS Al-Mukmin : 44)
Nabi Ya'qub 'alaihis salaam berkata:
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah saya mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS Yusuf : 86)
"Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah doa permintaan, obat bagi segala yang menggelisahkan seorang muslim baik masalah dunia maupun akhirat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
من قال في كل يوم حين ي وحين يمسي : حسبي الله لا إله إلا هو ؛ عليه توكلت ، وهو رب العرش العظيم ؛ سبع مرات ؛ كفاه الله ما أهمه من أمر الدنيا والآخرة
"Barangsiapa yang setiap hari tatkala pagi dan petang mengucapkan "Hasbiyallahu laa ilaaha illa Huwa 'alaihi tawkkaltu wa huwa Robbul 'Arsyil 'Adhiim" (artinya : Cukuplah Allah bagiku tiada sesembahan kecuali Dia, kepadaNya-lah saya bertawakkal, dan Dia ialah Penguasa 'Arsy yang agung) sebanyak 7 kali, maka Allah akan memenuhi apa yang menggelisahkannya dari masalah dunia dan akhirat."
"Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" diucapkan oleh Ibrahim 'alaihis salaam tatkala dilemparkan di api, maka jadilah api tersebut cuek dan membawa keselamatan. Diucapkan pula oleh Rasul kita yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam tatkala mereka berkata kepadanya:
ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدۡ جَمَعُواْ لَكُمۡ فَٱخۡشَوۡهُمۡ فَزَادَهُمۡ إِيمَـٰنً۬ا وَقَالُواْ حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَڪِيلُ
[Yaitu] orang-orang [yang menta’ati Allah dan Rasul] yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya insan [4] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, lantaran itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah ialah sebaik-baik Pelindung." (QS Ali Imron: 173)
Justru semakin menambah keimanan mereka (Nabi dan para sahabat),
فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ
"Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat tragedi apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS Ali Imron : 174)
Tatkala mereka menyerahkan urusan mereka kepada Allah dan menyandarkan hati mereka kepadaNya, maka Allah memperlihatkan kepada mereka jawaban berupa empat perkara, (1) kenikmatan, (2) karunia, (3) dihindarkan dari keburukan, (4) dan mengikuti keridhoan Allah, maka mereka ridho kepada Allah dan Allahpun ridho kepada mereka.
Yang dimaksud dengan menyerahkan urusan kepada Allah subhanahu yaitu sesudah berusaha dan berikhtiyar, maka tidaklah mereka mencari kesembuhan kecuali dariNya, tidaklah mereka mencari kecukupan kecuali dariNya, tidaklah mereka kemuliaan kecuali darinya, maka seluruh masalah bergantung kepada Allah, mengharap dariNya.
Dan inilah doa yang dengan doa tersebut Allah menjaga kehormatan Aisyah –semoga Allah meridoinya-, tatkala ia naik tunggangannya ia berkata, "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" (cukuplah Allah bagiku dan sebaik-baik Sandaran). Lalu turulah ayat-ayat yang menjelaskan sucinya Aisyah dari tuduhan keji.
"Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah doanya orang-orang yang kuat, dan bukan doanya orang-orang yang lemah, doanya orang-orang yang besar lengan berkuasa hati mereka, tidak terpengaruh oleh dugaan-dugaan, tidak diganggu oleh kejadian-kejadian, tidak terkotori oleh kelemahan dan ketakutan, lantaran mereka mengetahui bergotong-royong Allah telah menjamin orang yang bertawakal kepadanya dengan jaminan penjagaan yang sempurna. Maka ia yakin kepada Allah, damai percaya dengan komitmen Allah, maka sirnalah kesedihannya, hilanglah kegelisahannya, kesulitan pun berganti menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kegembiraan, dan ketakutan menjadi ketenteraman.
"Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah senjata seorang dai yang menyeru kepada jalan Allah. Seorang mukmin yang benar tegar tidak tergoyahkan oleh goncangan-goncangan, ia tetap melangkah, memurnikan tawakalnya, dan baginya ganjaran yang besar. Allah berfirman :
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan), Maka Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya saya bertawakkal dan Dia ialah Tuhan yang mempunyai 'Arsy yang agung". (QS At-Taubah : 129)
Mereka yang memberikan agama Allah, mereka mengetahui bergotong-royong Allah ialah penolong mereka, maka merekapun takut kepada Allah dan tidak peduli dengan orang-orang yang menghalangi, mereka yakin bergotong-royong mereka di atas kebenaran, bergotong-royong agama mereka benar, mereka menempuh jalannya para nabi dengan penuh kelembutan dan hikmah.
"Hasbunallah wani'mal wakiil" adalah doa rido terhadap taqdir Allah. Allah berfirman :
وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ (٥٨)وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ (٥٩
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu wacana (distribusi) zakat; kalau mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan kalau mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi Kami, Allah akan memperlihatkan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, Sesungguhnya Kami ialah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). (QS At-Taubah : 58-59)
Seandainya seorang muslim mendapatkan keputusan Allah, rido dengan hikmahNya maka lebih baik dan agung baginya. Ini merupakan etika jiwa, etika lisan, dan etika iman. Ridho dengan pembagian Allah, rido dengan perilaku pasrah dan menerima, bukan ridho terpaksa. Maka cukupkanlah diri dengan Allah, pasti Allah akan mencukupkan untuk hambaNya. Dan mencukupkan diri dengan Allah merupakan perilaku seorang muslim tatkala miskin dan tatkala memberi, tatkala menolak dan tatkala mengambil, dalam kondisi senang dan susah.
"Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" merupakan washiat Nabi kita yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam kepada umatnya tatkala dalam kondisi berat, dia bersabda :
كَيْفَ أُنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ وَاسْتَمَعَ الإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ فَكَأَنَّ ذَلِكَ ثَقُلَ عَلَى أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُمْ قُوْلُوا حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ عَلَى اللهِ تَوَكَّلْنَا
"Bagaimana saya tenteram sementara malaikat Israfil telah melekat pada sangkakala dan menanti izin kapan ia diperintahkan untuk meniup, maka diapun meniup".
Maka hal ini memberatkan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka Nabi berkata kepada mereka :"Ucapkanlah: "Hasbunallahu wani'mal wakiil, 'alallahi tawakalnaa" (cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik bersandar, hanya kepadaNyalah kami menyerahkan urusan kami).
Barangsiapa yang Allah cukup baginya maka pikirannya tidak tersibukan dengan makar (rencana jahat) yang disiapkan oleh para pemakar, tidak menggelisahkannya perkumpulan orang-orang yang selalu menanti-nanti keburukan menimpa kaum muslimin, tidak juga planning jahat andal kufur dan orang sesat dan penipu atau orang yang menampakkan masalah yang bertentangan dengan batinnya. Karenanya Allah menenangkan NabiNya dan menurunkan firmanNya kepada Nabi:
وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ
"Dan kalau mereka bermaksud menipumu, maka Sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu)." (QS Al-Anfaal : 62)
Yazid bin Hakiim pernah berkata :
ماَ هِبْتُ أحداً قط هَيْبَتِي رجلاً ظلمتُه وأنا أعلم أنه لا ناصر له إلا الله، ويقول : حسبي الله، الله بيني وبينك
"Tidaklah saya takut kepada seorangpun sebagaimana ketakutanku kepada seseorang yang saya mendzoliminya, dan saya tahu bergotong-royong tidak ada penolong baginya kecuali Allah. Ia berkata, "Hasbiyallahu" (cukuplah Allah penolongku), ia berkata :"Antara saya dan engkau ada Allah".
"Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" membuahkan kepercayaan kepada Allah subhaanahu, dan bersandar kepadaNya, merasa Allah selalu bersamanya dalam setiap waktu dan setiap kondisi.
Jika seorang hamba telah mengetahui bergotong-royong Allah yang mencukupkan rizkinya, mata pencahariannya, penjagaan dan perhatinan, pertolongan dan kejayaan, maka ia hanya akan mencukupkan dengan pertolongan Allah dari pertolongan selainNya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
وَمَنِ اسْتَكْفَى كَفَاهُ اللهُ
"Barangsiapa yang mencari kecukupan (dari Allah) maka Allah mencukupkannya."
"Hasbiyallahu wani'mal wakiil" membuahkan penyerahan seorang hamba dirinya kepada Allah, berbaik sangka kepadaNya subhaanahu, lantaran Allah tersifatkan dengan kekuatan yang sempurna, ilmu dan pesan yang tersirat yang sempurna, dan Allah tidaklah mentakdirkan bagi hamba kecuali yang membawa kemaslahatan bagi sang hamba baik di dunia maupun akhirat. Allah berfirman:
وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
"Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nisaa' : 32)
Juga membuahkan pemantapan tauhid dan tawakkal kepada Pencipta. Allah berfirman:
فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ
"Maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya." (QS Huud : 123)
Allah berfiman:
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا
"(Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung." (QS Al-Muzammil : 9)
Allah juga berfirman:
أَلا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي وَكِيلا
"Janganlah kau mengambil penolong selain Aku." (QS Al-Isroo' : 2)
Dan janganlah dipahami dari ini semua, seseorang kemudian menyembunyikan kemalasannya dan ketidakmampuannya dibalik "hasbunallahu wani'mal wakiil". Karena ini merupakan bentuk dari kelemahan dan kehinaan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
"Ya Allah saya berlindung kepadaMu dari kegelisahan dan kesedihan, saya berlindung kepadaMu dari ketidakmampuan dan kemalasan, saya berlindung kepadaMu dari sifat penakut dan pelit, dan saya berlindung kepadaMu dari terlilit hutang dan penguasaan para lelaki."
Maka seorang muslim menghadapi semua kejadian dan kondisi dengan "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" dengan menghadirkan akan agungnya makna kalimat ini, tingginya nilai yang ditunjukkannya, disertai dengan amal yang sungguh-sungguh, dan menempuh sebab-sebab dengan pesan yang tersirat dan ilmu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ واستعن بِاللَّه ولاتعجز
"Seorang mukmin yang besar lengan berkuasa lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah, dan semuanya ada kebaikan. Semangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah."
(Disampaikan dalam Khutbah Jumat di Masjid Nabawi)
Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui gosip menarik lainnya @Tahukah.Anda.News



0 komentar:
Posting Komentar